Protes Thibaut Courtois, Pemain Bukan Boneka

Thibaut Courtois

Berita Bola Liga Spanyol – Thibaut Courtois melontarkan rasa frustrasinya pada pihak La Liga yang memaksa melangsungkan pertandingan di tengah kondisi badai salju. Baginya, para pemain hanya dipandang sebagai bahan pertunjukan

Minggu (10/1/2021) dini hari WIB tadi Real Madrid ditahan imbang 0-0 oleh Osasuna di Estadio El Sadar, Pamplona. Pertandingan ini menguji mental dan fisik para pemain.

Betapa tidak, seharusnya laga tidak bisa dilangsungkan karena badai salju yang terlalu lebat. Hanya karena kerja keras staf Osasuna yang membuat lapangan tetap bisa digunakan.

Tentu akibatnya para pemain kerepotan di lapangan, suhu terlalu dingin dan para pemain tidak bisa bermain maksimal.

Thibaut Courtois : Jadi bahan pertunjukan

Mula-mula Courtois berterima kasih pada staf Osasuna yang telah bekerja keras membersihkan lapangan. Namun, baginya seharusnya pertandingan tidak dipaksakan, kondisi pemain pun perlu dipertimbangkan.

“Saya ingin berterima kasih pada para pekerja Osasuna yang telah membuat lapangan semaksimal ini,” kata Courtois kepada Marca.

“Namun, sangat disayangkan apa yang dilakukan La Liga pada kami. Kami sudah memahami kondisinya dan tentu saja kami bisa bermain.”

“Namun, kami berangkat dengan landasan pacu yang beku dan sekarang kami tidak bisa pulang. Kami adalah manusia, sekarang kami jadi pertunjukan,” imbuhnya.

Baca Juga Berita Liga Spanyol lainnya : “Pujian untuk Ousmane Dembele, Tuntutan untuk Frenkie de Jong

Bukan boneka

Lebih lanjut, Courtois bahkan berani menyerang pihak La Liga yang ngotot melangsungkan pertandingan. Seharusnya kondisi sudah cukup buruk untuk memutuskan menunda laga, tapi tidak bagi penyelenggara.

“Kami melakukan apa yang diminta, sebab jika kami tidak datang ke sini [Pamplona] mereka akan mengurangi tiga poin dari kami,” lanjut Courtois.

“Namun, saya kira sebenarnya kondisi tidak aman. Kami bukanlah boneka yang harus selalu bermain.”

“Kami sudah berusaha keras hari ini, tapi kami harus memikirkan soal perjalanan dan logistik yang diperlukan untuk kembali,” pungkasnya.